Tampilkan postingan dengan label S2 Murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label S2 Murah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2015


STIE IPWIJA merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang memiliki misi untuk membentuk mahasiswa/i yang berintelektual tinggi dan mandiri dalam berwirausaha.

Program unggulan kami disamping perkuliahan adalah Inkubator Kewirausahaan STIE IPWIJA. Ini merupakan forum terbuka bagi mahasiswa/i STIE IPWIJA untuk sharing dan tentunya kami membantu anda untuk mengembangkan bisnis anda dengan memberikan pelatihan dan seminar yang dibawakan oleh pakar dari tiap-tiap jenis bisnis yang anda jalani.

Berikut ini merupakan forum terbuka di Facebook, silahkan klik pada gambar berikut untuk melihat kegiatan serta informasi mengenai INKUBATOR STIE IPWIJA

klik pada gambar

Staf pengajar / dosen di kampus kami adalah pendidik yang berpengalaman dan siap memberikan motivasi hingga pengalaman berharga untuk mahaiswanya demi membentuk karakter mandiri di lingkungan kerja maupun wirausaha.

Minggu, 08 Maret 2015

Tentang STIE IPWIJA

     Seseorang yang ingin dirinya maju dan berkembang tentunya mengharapkan sebuah kesuksesan intelektual dan finansial. Salah satu cara untuk meningkatkan dan mengasah kompetensi adalah manajemen waktu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA, anda bisa memanfaatkan waktu luang anda untuk meningkatkan kompetensi anda. Kenapa? karena di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA jadwal perkuliahan fleksibel, Kuliah sambil kerja, Bisnis sambil kuliah, Kerja sambil kuliah, Bebas uang gedung, Biaya bisa diangsur.

     Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA membuka 2 program studi yaitu Program S1 Jurusan Manajemen dan Program S2 Magister Manajemen (Konsentrasi Manajemen SDM, Kon-sentrasi Manajemen Pemasaran, konsentrasi Manajemen Keuangan, Konsentrasi Manajemen Strategik dan Konsentrasi Manajemen Pendidikan serta konsentrasi Manajemen Operasional).

     Program Magister Manajemen STIE IPWIJA diselenggara-kan berdasarkan SK. Mendikbud NO. 79/D/0/1993 dengan perpanjangan ijin operasional No. 3021/D/T/K-III/2009 dan telah terakreditasi BSK. BAN PT Akreditasi BAN-PT No.093/SK/BAN-PT/Ak-X/M/II/2013

     Sedangkan Program Sarjana berdiri tanggal 22 Februari 1999 dengan SK Dikti Nomor 37/DIKTI/KEP/1999 (perpanjang-an ijijn operasional No.3650/D/T/2006) dan telah terakreditasi B dengan Nomor SK.BAN PT No.021/BAN-PT/AK-XIV/S1/VIII/2011.


MENGAPA MEMILIH KE STIE IPWIJA


     Seseorang yang ingin dirinya maju dan berkembang tentunya mengharapkan sebuah kesuksesan intelektual dan finansial. Dengan mengambil pendidikan yang lebih tinggi diharapkan kedua kesuksesan tersebut akan dipegangnya. Dari beberapa alasan yang ada, orang memilih STIE IPWIJA sebagai wadah dalam meningkatkan kompetensi adalah:
  1. STIE IPWIJA merupakan wadah untuk menimba ilmu pengetahuan yang memiliki dosen-dosen yang berkualitas yaitu adanya keseimbangan antara dosen praktisi dan akademisi.
  2. STIE IPWIJA merupakan lembaga pendidikan yang memiliki visi dan misi berbasis profesionalisme dan kewirausahaan.

Visi

     Menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta Unggulan yang Memberi Nilai Tambah Kemampuan Manajerial serta Kewirausahaan sesuai Dinamika Perubahan dalam Masyarakat

Misi
  • Mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia berwawasan luas dan berjiwa wiraswasta. 
  • Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada praktisi bisnis dan akademisi untuk meraih jenjang pendidikan Sarjana dan Pascasarjana. 
  • Mengembangkan dan menerapkan ilmu manajemen dan kewirausahaan melalui penelitian dan komunikasi keilmuan.
  • Mengembangkan dan melayani program bimbingan manajemen dan kewirausahaan di kampus dan masyarakat. 


Senin, 31 Maret 2014

Manajemen Pemasaran

A. Pengertian Pemasaran

Untuk mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan didalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan tentunya tidak terlepas dari pentingnya pemasaran. Menurut Kotler (2009:5) pengertian pemasaran adalah mengindentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang baik dan singkat dari pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan”.

Pengertian antara definisi sosial dengan definisi manajerial dari pemasaran yaitu dimana definisi sosial menunjukan peran yang dimainkan pemasaran dalam masyarakat. Sedangkan pada definisi manajerial menganggap bahwa pemasaran sebagai seni menjual produk maupun jasa.

Seorang manajer pemasaran berusaha memengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai tujuan organisasi. Ada delapan keadaan permintaan yang mungkin terjadi (Kotler, 2009:6) :

1. Permintaan negatif, konsumen tidak menyukai produk dan mungkin bahkan berusaha menghindarinya;

2. Permintaan yang tidak ada, konsumen mungkin tidak sadar akan atau tidak tertarik pada produk;

3. Permintaan laten, konsumen mungkin memiliki suatu kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi produk yang ada;

4. Permintaan yang menurun, konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali;

5. Permintaan tidak teratur, konsumen membeli secara musiman, bulanan, mingguan, harian, atau bahkan dalam hitungan jam;

6. Permintaan penuh, konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar;

7. Permintaan berlimpah, konsumen mau membeli produk lebih banyak daripada produk yang ada;

8. Permintaan tak sehat, Konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi sosial yang tidak diinginkan.

Intinya adalah didalam setiap pemasaran harus perlunya mengidentifikasi penyebab dasar dari suatu keadaan permintaan dan kemudian menentukan suatu rencana tindakan untuk mengSeorang manajer pemasaran berusaha memengaruhi tingkat, waktu, lihkan keadaan permintaan tersebut kepada keadaan permintaan yang diinginkan oleh pelanggan.


B.Realita Pemasaran Baru


Perkembangan saat ini, pasar tidak lagi seperti dulu. Pemasar harus memperhatikan dan merespon sejumlah perkembangan yang siginifikan. Hal ini dapat dilihat dari : (Kotler,2009:15)

1. Kekuatan Kemasyrakatan Utama, hal ini meliputi :

- Teknologi informasi jaringan, dimana revolusi digital telah menciptakan era informasi

- Globalisasi, kemajuan teknologi dalam transportasi, pengiriman barang dan komunikasi telah mempermudah perusahaan dalam memasarkan produknya ke negara lain dan juga mempermudah konsumen untuk membeli produk dan jasa dari pemasara di negara lain.

- Deregulasi, banyak negara telah melakukan deregulasi terhadap industri/jasa untuk menciptakan persaingan dan peluang pertumbuhan yang lebih besar.

- Privatisasi, banyak negara telah merubah perusahaan umum menjadi perusahaan swasta demi meningkatkan efisiensinya.

- Persaingan yang meningkat, produsen merek menghadapi persaingan yang semakin ketat dari merek domestik dan asing.

- Konvergensi industri, batas-batas industri mengabur dengan sangat cepat karena perusahaan-perusahaan menyadari adanya peluang dipersinggungan dua industri atau lebih.

- Resistensi konsumen, konsumen mulai menghindari terhadap produk yang mereka anggap berlebihan dalam pemasarannya.

- Transformasi retail/eceran, retai-retail kecil menyerah pada retail-retail raksasa.

- Disintermediasi, menciptakan dalam pengiriman barang dan jasa dengan menjembatani aliran barang tradisional melalui saluran distribusi dengan mengandalkan layanan online.

2. Kemampuan Baru Konsumen :

- Peningkatan yang berarti dalam hal daya beli, pembeli saat ini hanya memerlukan satu klik untuk membandingkan harga dan atribut produk pesaing di Internet.

- Ragam barang dan jasa yang lebih banyak, pembeli dapat memesan barang secara online darimana saja dan menghindari tawaran lokal yang terbatas.

- Sejumlah besar informasi hampir tentang apa saja, orang dapat membaca secara online seperti surat, ensiklopedia, kamus, informasi terkini secara online.

- Kemudahan yang lebih besar dalam memesan dan menerima pesanan, pembeli dapat melakukan pemesanan dari rumah, kantorm atau telepon seluler 24 jam sehari dengan cepat.

- Kemampuan untuk membandingkan catatan tentang produk dan jasa, pembeli dapat melakukan diskusi dengan pembeli lain sebelum membeli produk dan jasa.

- Suara yang lebih kuat untuk memengaruhi teman sepergaulan dan pendapat umum, konsumen dapat mensuarakan melalui jejaring media sosial seperti facebook atau twitter mengenai pendapat sebuah produk dan jasa, hal ini tentunya akan memengaruhi didalam pengambilan sebuah keputusan bagi konsumen yang lainnya.

Sabtu, 29 Maret 2014

Manajemen Sistem Informatika

Pengertian Sistem Informasi

A. Pengertian Sistem

Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.

Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini :
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).

Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem danSasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )

B. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta,2009:8 )

C. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9)

Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.

Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada.
c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.



Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen adalah sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik saat itu juga maupun dimasa mendatang, mendukung kegiatan oprasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan. ( Edhy Sutanta, 2003:19 )

Sistem Informasi Manajemen (SIM) juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus, dan output dari simulasi matematika.

Kamis, 06 Februari 2014

Implementasi Manajemen keuangan di Sekolah

     Setiap sekolah seyogyanya memiliki rencana strategis untuk periode waktu tertentu yang didalamnya mencakup visi, misi dan program, serta sasaran tahunan. Oleh karena itu pembiayaan pendidikan yang terintegrasi dan komprehensif dengan rencana strategi di sekolah dan diarahkan untuk ketercapaian tujuan lembaga sudah didokumentasikan.

     Pada dasarnya sumber pembiayaan untuk sekolah mengenal dua macam pembiayaan, yaitu: pembiayaan rutin dan pembiayaan pembangunan. Biaya rutin adalah biaya yang harus dikeluarkan dari tahun ke tahun seperti untuk gaji pegawai dan biaya operasional. Untuk memperoleh biaya rutin, pimpinan sekolah harus dapat menyusun anggaran sekolah tiap tahunnya. Pimpinan sekolah juga harus dapat memotivasi komite sekolah, sekolahnya dan masyarakat setempat dalam rangka pengumpulan dana yang diperoleh harus dikelola secara efektif untuk menjamin agar peserta didik memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Sedangkan biaya pembangunan, misalnya biaya pembelian atau pengembangan tanah, penambahan pembangunan gedung, furniture, dan lain-lain.

     Komponen utama manajemen keuangan meliputi, (1) prosedur anggaran; (prosedur akuntansi keuangan; (3) pembelajaran, pergudangan, dan prosedur pendistribusian; (4) prosedur investasi; dan (5) prosedur pemeriksaan. Dalam pelaksanaannya, manajemen keuangan ini menganut asas pemisahan tugas antara fungsi otorisator, ordonator dan bendaharawan.

     Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan dan pengeluaran anggaran. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang ditetapkan. Adapun bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban (Mulyasa, 2011:49).

Tujuan utama manajemen keuangan sekolah adalah:
  1. Menjamin agar dana yang tersedia dipergunakan untuk kegiatan harian sekolah dan menggunakan kelebihan dana untuk diinvestasikan kembali
  2. Memelihara barang-barang (asset) sekolah, dan
  3. Menjaga agar peraturan-peraturan serta praktik penerimaan, pencatatan dan pengeluaran uang diketahui dan dilaksanakan

Kerangka kerja manajemen keuangan di sekolah mencakup pengertian sebagai berikut:

  1. Pembukuan yang cermat dan akurat
  2. Pertanggung jawaban yang luwes
  3. Pertukaran pengeluaran
  4. Kemudahan membelanjakan uang bagi kepala sekolah, bila tidak akan menghambat kebebasan sekolah dalam bertransaksi apa yang dibutuhkannya
  5. Kebijakan keuangan dan
  6. Alokasi dana yang tepat
     Kepala sekolah harus menguasai betul apa yang dimiliki dan dibutuhkan oleh tiap bagian. Agar dapat mengalokasikan dana dengan tepat, perlu mengikutsertakan staf dan para pembantu kepala sekolah dalam proses penentuan alokasi dana. Selain enam pengertian tadi, penerimaan dana sekolah perlu mendapat perhatian pimpinan sekolah. Hal ini berkaitan dengan buku catatan penerimaan dana sekolah, kepala sekolah perlu memahami tentang tujuan diadakannya Buku Catatan Penerimaan Dana Sekolah, informasi yang harus tercantum dalam setiap penerimaan dan memberdayakan uang tunai.

     Selain itu kepala sekolah perlu memahami praktik-praktik pemanfaatan jasa perbankan dan jenis-jenis rekeningnya. Dia juga perlu memahami cara untuk pengamanan dana selama bertransaksi dengan baik, penarikan dana dan cara mencegah pemalsuan. Kepala sekolah hendaknya benar benar memahami dan dapat menjelaskan fungsi tujuan manfaat pembukuan kepada staf keuangan.

Hal-hal yang berkaitan dengan ini antara lain:

1) Buku pos (vate book)

Buku pos pada hakekatnya memuat informasi beberapa dana yang masih tersisa untuk tiap pos anggaran. Buku pos mencatat peristiwa-peristiwa pembelanjaan uang harian. Dari buku pos kepala sekolah dengan mudah dapa melihat apakah sekolah telah berlebih membelanjakan uang. Karena itu, dianjurkan agar kepala sekolah menyelenggarakan buku tersebut.

2) Faktur

Faktur dapat berupa buku atau lembaran lepas yang dapat diarsipkan. Faktur berisi rincian tentang: (a) maksud pembelian; (b) tanggal pembelian; (c) jenis pembelian; (d) rincian barang yang dibeli, (e) jumlah pembayaran, dan (f) tanda tangan pemberi kuasa (kepala sekolah).
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
a) Harus ada nomor untuk diagendakan
b) Kuitansi pembelian harus dilampirkan
c) Faktur untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang umum.

3) Buku kas

Mencatat rincian tentang penerimaan dan pengeluaran uang serta sisa saldo secara harian dan pada hari yang sama, misalnya pembelian kapur tulis. Dengan demikian kepala sekolah akan segera tahu tentang keluar masuknya uang pada hari yang sama. Termasuk yang arus dicatat pada buku kas adalah Cheque yang diterima dan dikeluarkan pada hari itu.

4) Lembar cek

Merupakan alat bukti bahwa pembayaran yang dikeluarkan adalah sah. Lembar cek dikeluarkan bila menyangkut tagihan atas pelaksanaan suautu transaksi, misalnya barang yang dipesan sudah dikirimkan dan catatan transaksinya benar. Orang berhak menandatangani lembar cek adalah kepala sekolah atau petugas keuangan.

5) Jurnal

Sebagai pengawas keuangan kepala sekolah harus membuka buku jurnal dimana seluruh transaksi keuangan semuanya dicatat.

6) Buku besar

Ada data keuangan berarti informasi dan jurnal hendaknya dipindahkan ke buku besar atau buku kas induk pada setiap akhir bulan. Buku besar mencatat kapan terjadinya transaksi keuangan, keluar masuknya uang pada saat itu dab neraca saldonya.

7) Buku kas pembayaran uang sekolah

Berisi catatan tentang pembayaran uang sekolah siswa menurut tanggal pembayaran, jumlah dan sisa tunggakan atau kelebihan pembayaran sebelumnya. Pencatatan untuk tiap pembayaran harus segera dilakukan untuk menghindari timbulnya masalah karena kuitansi hilang, lupa menyimpan atau karena pekerjaan yang menjadi bertumpuk.

8) Buku kas piutang

Berisi daftar/catatan orang yang berutang kepada sekolah menurut jumlah uang yang berutang, tanggal pelunasan, dan sisa utang yang belum dilunasi. Informasi daam buku ini harus selalu dalam keadaan mutakhir untuk melihat jumlah uang milik sekolah yang belum kembali.

9) Neraca percobaan

Tujuannya adalah untuk mengetahui secara tepat keadaan neraca pertanggung jawaban keuangan secara cepat, misalnya mingguan atau dua mingguan. Hal ini memungkinkan kepala sekolah sewaktu-waktu (selama tahun anggaran) menentukan hal yang harus didahulukan dan menangguhkan pengeluaran yang terlalu cepat dari pos tertentu.

Rabu, 05 Februari 2014

Konsep Manajemen Keuangan

Konsep manajemen keuangan

     Uang merupakan salah satu sumber daya pendidikan yang dianggap penting. Uang termasuk sumber daya yang langka dan terbatas. Oleh karena itu, uang perlu dikelola dengan efektif dan efisien agar membantu pencapaian tujuan pendidikan. Pendidikan sebagai investasi akan menghasilkan manusia-manusia cerdas yang berpengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pembangunan suatu bangsa. Organisasi pendidikan dikategorikan sebagai organisasi publik yang bersifat nirlaba (nonprofit), bukan untuk mencari keuntungan seperti halnya perusahaan. Oleh karena itu, manajemen keuangannya memiliki keunikan sesuai dengan misi dan karakteristik pendidikan.

     Dalam penyelenggaraan pendidikan, keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar di sekolah bersama komponen-komponen lain (Mulyasa, 2011:47).
Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Sedangkan fungsi keuangan merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu. Fungsi manajemen keuangan adalah menggunakan dana dan mendapatkan dana (Suad Husnan, 1992:4). Manajemen keuangan adalah kegiatan mengelola dana untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan secara efektif dan efisien (Rugaiyah, 2011:67).

     Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk mewujudkan tertib administrasi dan bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan ketentuan yang sudah digariskan (Sobri Sutikno, 2012:90). Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan keefektifan. Oleh karena itu, selain mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan, baik yang bersumber dari pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.

     Menurut Jones (1985), tugas manajemen keuangan dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu financial planning, implementation and evaluation. Pertama,yaitu financial planning(perencanaan financial) yang disebut budgeting (penganggaran), merupakan kegiatan mengkoordinasi semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematis tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan. Kedua, implementation involves accounting (pelaksanaan anggaran) ialah kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat dan kemungkinan terjadi penyesuaian jika diperlukan. Ketiga, evaluation involvesmerupakan proses evaluasi terhadap pencapaian sasaran.

     Permasalahan yang terjadi dalam lembaga pendidikan terkait dengan manajemen keuangan antara lain sumber dana yang terbatas, pembiayaan program yang tersendat, tidak mendukung visi, misi dan kebijakan sebagaimana tertulis dalam rencana strategis lembaga pendidikan. Di satu sisi lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik (good governance), sehingga menjadi lembaga pendidikan yang bersih dari berbagai penyimpangan yang dapat merugikan pendidikan.

Jumat, 03 Januari 2014

Pelatihan

No.JudulDeskripsi
1.Definisi, Kebiasaan & Strategi Sukses (Success: Definition, Habits & Strategy)Anda akan belajar pengertian, kebiasaan & strategi sukses, baik secara fisik, intelektual, emosi, sosial, finansial, maupun spiritual.
2.Kiat Hidup Sehat, Penuh Energi & Vitalitas (How to Lead Healthy Life, Full of Energy & Vitality)Anda akan belajar prinsip-prinsip hidup sehat, penuh energi dan vitalitas. Health is nothing, but without it everything is nothing.
3.Proses Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan Secara Kreatif (Creative Problem Solving & Decision Making Process)Anda akan belajar proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara kreatif sebagai indikator sukses secara intelektual.
4.Cara mengendalikan Emosi (How to Control Your Emotion)Anda akan belajar cara mengendalikan emosi dengan mengubah persepsi (cara pandang) & prosedur (pendekatan dan tindakan) Anda.
5.Kiat Membangun Hubungan Antar Manusia Yang Sukses (People Skill & Effective Human Relationship)Anda akan meningkatkan kemampuan berinteraksi secara saling menguntungkan dengan orang lain yang memiliki latar belakang berbeda-beda.
6.Pengkondisian Diri Untuk Mencapai Kesejahteraan & Mengakhiri Kehancuran Finansial (How to Condiition Yourself for Wealth & Ending Financial Self-Sabotage)Anda akan belajar cara meningkatkan kemampuan finansial Anda dari posisi (1) financial struggle & (2) financial security ke posisi (3) financial freedom & (4) financial abundance.
7.Cara Mencapai Sukses Spiritual (How to Succeed Spriritually)Anda akan belajar cara mencapai kesuksesan spiritual yang mendasari kesuksesan dalam kelima aspek kehidupan Anda yang lain.
8.Manajemen Waktu yang Efektif (Effective Time Management)Anda akan belajar cara efektif memenfaatkan waktu yang merupakan aset Anda yang paling berharga.
9.Cara mempromosikan Diri Secara Positif (How to Promote Yourself Positively)Anda akan belajar cara mempromosikan diri secara positif sebagai penentu kesuksesan apapun pilihan hidup Anda.
10.Memodel Pola Pikir, Sikap, Keyakinan, Pilihan Kata & Perilaku Orang Sukses (How to Adopt Pattern of Thinking, Attitude, Beliefs, Vocabulary & Behavior of Successful People)Anda akan belajar memodel pola pikir, sikap, keyakinan, pilihan kata & perilaku orang sukses. Sukses meninggalkan jejak. Mengikuti jejak orang sukses merupakan cara cerdas untuk mempercepat perjalanan menuju sukses.
11.Geriatric GiantsProblem Lanjut Usia antara lain Demensia (pikun), Inkontinensia (ngompol), Instabilitas, dan lain-lain
12.Dan beberapa pelatihan-pelatihan seperti:
  • Mengoptimalkan Kecerdasan Intelektual, Emosional, Finansial, Sexual, dan Spiritual.
  • Mencegah dan Mengatasi Penyakit Lansia
  • Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
  • Studi Kelayakan Usaha
  • Merintis Usaha dan Model Pengembangannya
  • Manajemen Kewirausahaan
  • Teknik Melihat Peluang Usaha
  • Achievement Motivation
  • Entrepreneurship
  • Kiat Menilai dan Menilai Peluang
  • Analisis Kelayakan Bisnis
  • Analisis Manajemen Risiko
  • Pendirian Bisnis
  • Perancangan Bisnis
  • Kiat dan Taktik Pemasaran
  • Pengambilan Keputusan dalam Bisnis
  • Kiat Sukses Mengelola Bisnis
  • Akuntansi Usaha
  • Total Quality Control
  • Gugus Kendali Mutu
  • Sistem Pengukuran Mutu
  • Balanced Scorecard
  • Mengukur Customer Satisfaction
  • ISO 9000
  • Sisem Proses Internal
  • Love Employee or Lose Employee
  • Merit System
  • Creating A Learning Organization
  • Metode Perencanaan SDM serta Aplikasinya

Jumat, 20 Desember 2013

Selamat Datang di Kampus Kami

Seseorang yang ingin dirinya maju dan berkembang tentunya mengharapkan sebuah kesuksesan intelektual dan finansial. Dengan mengambil pendidikan yang lebih tinggi diharapkan kedua kesuksesan tersebut akan dipegangnya.Dari beberapa alasan yang ada, orang memilih STIE IPWIJA sebagai wadah dalam meningkatkan kompetensi

KAMPUS I
Gedung adhi Graha/Graha Surveyor Indonesia lt.14
Jl. Gatot Subroto Kav.56 Jakarta

KAMPUS II
Jl. Letda Natsir No.7 Nagrak, Gn. Putri
Cibubur - Bogor
(Cikeas Cibubur)

Kamis, 14 November 2013

Kampus 2 (STIE IPWIJA)

Saat ini kami mempunyai 2 kampus di lokasi yang berbeda, berikut alamat kampus STIE IPWIJA :

Kampus 1 : Jl. Gatot Subroto Kav.56 Graha Surveyor Indonesia Lt.14 Jakarta
Kampus 2 : Jl. Letda Natsir No.7 Nagrak, Cikeas, Cibubur

Biaya dari kedua kampus kami pun berbeda, untuk mengetahuinya, silahkan anda klik >Biaya Pendaftaran<

Senin, 30 September 2013

Rabu, 12 Juni 2013

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA

Selamat Datang di Blog Resmi STIE IPWIJA. Blog ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan informasi para calon mahasiswa baru mengenai informasi pendaftaran di STIE IPWIJA.

STIE-IPWI Jakarta adalah sekolah tinggi swasta di Jakarta yang membuka 2 program studi yaitu Program S-1 Jurusan Manajemen dan Program S-2 Magister Manajemen (Konsentrasi Manajemen SDM, Konsentrasi Manajemen Pemasaran, konsentrasi Manajemen Keuangan, Konsentrasi Manajemen Strategik, dan Konsentrasi Manajemen Pendidikan)

Program Magister Manajemen STIE IPWIJA diselenggarakan berdasarkan SK. Mendikbud No. 79/D/0/1993 dengan perpanjangan izin operasional No. 3649/D/T/2006 dan diakreditasi oleh SK. BAN PT No.016/BAN-PT/AK.V/S2/VIII/2007. Program sarjana berdiri tanggal 22 Februari 1999 dengan SK Dikti Nomor 37/DIKTI/KEP/1999 (perpanjangan izin operasional No.3650/D/T/2006) dan diakreditasi dengan Nomor 008/BAN-PT/AK-X/S1/VII/2006.

Kelebihan STIE IPWIJA

  • Status Terakreditasi
  • Dosen Praktisi dan Akademisi
  • Pilihan Waktu Kuliah Fleksibel
  • Lokasi Strategis
  • Biaya Terjangkau
  • Jaringan Bursa Kerja
  • Program Beasiswa

Rabu, 30 Januari 2013

STIE IPWIJA Kampus 1 (Graha Surveyor Indonesia lt.14)

Seminar Bisnis di Kampus

Suasana Seminar

Lobi Kampus

Perpustakaan

Senat (Guru Besar) STIE IPWIJA

Bpk. Wiranto bersama Ketua STIE IPWIJA dan Dosen