Tampilkan postingan dengan label kuliah s1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah s1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2018

Selasa, 30 Juni 2015

STIE IPWIJA - Profile Dosen

Berikut ini adalah video profile beberapa dosen yang aktif mengajar di STIE IPWIJA.
Dosen di kampus kami adalah dosen yang berpengalaman serta berwawasan luas.


STIE IPWIJA - Profile Dosen Berpengalaman

STIE IPWIJA - Video Profile

Berikut adalah video Profile Kampus yang dikemas dengan baik demi memberikan informasi yang mudah dimengerti oleh calon mahasiswa.


STIE IPWIJA - Video Profile Kampus

Minggu, 08 Maret 2015

Tentang STIE IPWIJA

     Seseorang yang ingin dirinya maju dan berkembang tentunya mengharapkan sebuah kesuksesan intelektual dan finansial. Salah satu cara untuk meningkatkan dan mengasah kompetensi adalah manajemen waktu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA, anda bisa memanfaatkan waktu luang anda untuk meningkatkan kompetensi anda. Kenapa? karena di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA jadwal perkuliahan fleksibel, Kuliah sambil kerja, Bisnis sambil kuliah, Kerja sambil kuliah, Bebas uang gedung, Biaya bisa diangsur.

     Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWIJA membuka 2 program studi yaitu Program S1 Jurusan Manajemen dan Program S2 Magister Manajemen (Konsentrasi Manajemen SDM, Kon-sentrasi Manajemen Pemasaran, konsentrasi Manajemen Keuangan, Konsentrasi Manajemen Strategik dan Konsentrasi Manajemen Pendidikan serta konsentrasi Manajemen Operasional).

     Program Magister Manajemen STIE IPWIJA diselenggara-kan berdasarkan SK. Mendikbud NO. 79/D/0/1993 dengan perpanjangan ijin operasional No. 3021/D/T/K-III/2009 dan telah terakreditasi BSK. BAN PT Akreditasi BAN-PT No.093/SK/BAN-PT/Ak-X/M/II/2013

     Sedangkan Program Sarjana berdiri tanggal 22 Februari 1999 dengan SK Dikti Nomor 37/DIKTI/KEP/1999 (perpanjang-an ijijn operasional No.3650/D/T/2006) dan telah terakreditasi B dengan Nomor SK.BAN PT No.021/BAN-PT/AK-XIV/S1/VIII/2011.


MENGAPA MEMILIH KE STIE IPWIJA


     Seseorang yang ingin dirinya maju dan berkembang tentunya mengharapkan sebuah kesuksesan intelektual dan finansial. Dengan mengambil pendidikan yang lebih tinggi diharapkan kedua kesuksesan tersebut akan dipegangnya. Dari beberapa alasan yang ada, orang memilih STIE IPWIJA sebagai wadah dalam meningkatkan kompetensi adalah:
  1. STIE IPWIJA merupakan wadah untuk menimba ilmu pengetahuan yang memiliki dosen-dosen yang berkualitas yaitu adanya keseimbangan antara dosen praktisi dan akademisi.
  2. STIE IPWIJA merupakan lembaga pendidikan yang memiliki visi dan misi berbasis profesionalisme dan kewirausahaan.

Visi

     Menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta Unggulan yang Memberi Nilai Tambah Kemampuan Manajerial serta Kewirausahaan sesuai Dinamika Perubahan dalam Masyarakat

Misi
  • Mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia berwawasan luas dan berjiwa wiraswasta. 
  • Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada praktisi bisnis dan akademisi untuk meraih jenjang pendidikan Sarjana dan Pascasarjana. 
  • Mengembangkan dan menerapkan ilmu manajemen dan kewirausahaan melalui penelitian dan komunikasi keilmuan.
  • Mengembangkan dan melayani program bimbingan manajemen dan kewirausahaan di kampus dan masyarakat. 


Senin, 05 Mei 2014

Kuliah Di Jurusan Manajemen Seperti Apa ya?


Kalian sedang berencana ingin melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen atau juga sedang ingin mencari tahu bagaimana sih perkuliahan di jurusan manajemen? Kali ini Kami Akan membahas perkuliahan di Manajemen dan selak beluknya. 

Jurusan Manajemen memang sangat diminati di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Menurut data di Perguruan Tinggi Negeri, peminat Manajemen mencapai 1354 peminat dari 49 kursi di PTN tersebut.

Hal ini karena lulusan Manajemen banyak dibutuhkan didunia kerja. Lulusan Manajemen banyak diproyeksikan sebagai staff administrasi bahkan hingga sampai manajer di bidang tertentu. Selain itu, dengan skill yang telah didapatkan, lulusan Manajemen juga bisa dapat berwirausaha dengan mandiri.


MANAJEMEN ITU TIDAK ADA HITUNG-HITUNGAN?

Pernah kepikiran seperti ini? Ya, apabila kita melihat materi manajemen di SMA, memang hanya berupa teori-teori saja. Ternyata anggapan ini salah loh? Nah.. Kita kan ga pinter hitung-hitungan! Tenang Hitung-hitungan di Manajemen tidak serumit di Eksaks loh!


Di Manajemen ada dua alat analisis yang dipakai, yakni Analisis Kualitatif dan Kuantitatif. Bedanya Analisis Kualitatif dengan menggunakan observasi langsung, sedangkan Analisis Kuantitatif menggunakan metode perhitungan. Manajemen banyak menggunakan Analisis Kunatitatif untuk dapat menganalisa gejala manajemen.


MANAJEMEN CUMA BELAJAR TENTANG POAC?

Hmm.. Ternyata ga loh! Dalam Jurusan Manajemen banyak yang dipelajari ga cuma yang terkait dengan ekonomi dan manajemen. Jurusan Manajemen juga mempelajari bidang ilmu lainnya, misalnya Sistem Informasi yang berhubungan dengan perancangan system (perancis), atau juga Komunikasi yang berhubungan dengan Pemasaran dan Komunikasi Bisnis. Untuk lebih lengkap mengenai hubungan Manajemen dengan Bidang Ilmu lain, bisa lihat di Hubungan Ilmu Manajemen Dengan Ilmu Lainya



ANAK IPA ATAU STM HARUS BANYAK MENYESUAIKAN MATERI EKONOMI DAN MANAJEMEN?

Mungkin juga bisa! Tenang ga usah jadi pikiran, ini masih bisa diatasi jika kita mau terus mendalami materi Ekonomi dan manajemen. Saya juga dulu masih terasa pusing dengan materi ekonomi dan manajemen. Tapi dengan terus memahami manajemen, Insya Allah pasti bisa. Cara lain untuk memahami materi ekonomi dan Manajemen ialah dengan memahami kehidupan disekitar kita.



SPESIALISASI MANAJEMEN

Dalam Jurusan Manajemen di Perguruan Tinggi ada 4 spesialisasi, yakni Manajemen Keunagan, Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, dan Manajemen Operasional. Untuk Manajemen Operasional hanya beberapa Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan.



Manajemen Keuangan

Seperti diketahui Manajemen Keungan mendasari kemampuan dalam mengatur keuangan perusahaan. Orang-orang yang memiliki spesialisasi Keuangan bertugas menganalisa laporan-laporan keuangan dari bagian Akuntansi di suatu perusahaan. Dari laporan ini, Orang-orang spesialisasi Keuangan dapat menganalisa Kesehatan Keuangan Perusahaan dan menetapkan strategi Keuangan. Spesialisasi ini dapat memproyeksikan peminatnya menjadi Manajer Keuangan



Manajemen Pemasaran

Orang-orang yang memiliki spesialisasi pemasaran dapat menganalisa riset-riset pemasaran dan teknis pemsaran itu sendiri, serta dapat menetapkan langkah apa yang akan diambil untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan produknya, serta dapat menguasai pasar. Spesialisasi ini dapat memproyeksikan peminatnya menjadi Manajer Pemasaran



Manajemen SDM

Spesialisasi Manajemen SDM atau juga sering disebut Manajemen Personalia membekali para peminatnya dalam mengembangkan Litbang SDM di perusahaan. Orang-orang yang memiliki spesialisasi ini harus dapat mengembangkan produktivitas, pemberdayaan personalia, dan kepuasan kerja karyawannya. Spesialisasi ini dapat memproyeksikan peminatnya menjadi Manajer Personalia.



Manajemen Operasional

Spesialisasi Manajemen Operasional dapat membekali peminatnya handal dalam mengelola standarisasi mutu, gambaran proyek, serta perancangan dan pengembangan produk. Spesialisasi Manajemen Operasional di perguruan tinggi masih jarang dan hanya ditemui di Perguruan Tinggi yang besar saja.


Kesimpulan

Dimanapun anda mencari ilmu dengan niat dan tekad yang kuat, maka ilmu itu akan bermanfaat. Kami sebagai institusi pendidikan memberikan ruang bagi anda untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga anda dapat berkompetisi secara mandiri di lapangan kerja dan wirausaha yang mandiri dengan bekal ilmu yang bermanfaat untuk orang lain.


Sumber Artikel :
Original tulisan penulis dan beberapa referensi dari ikubarunovryan.blogspot.com

Sabtu, 03 Mei 2014

Hubungan Ilmu Manajemen Dengan Ilmu Lainya

       Manajemen merupakan ilmu yang mempelajari mengenai proses pengaturan yang berdasarkan fungsi-fungsi manajemen dan bagaimana proses dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Manajemen dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena telah tersusun secara sistematis, diolah berdasarkan fakta, dapat dipelajari dan diajarkan, bersifat objektif dan rasional, serta diperoleh menggunakan metode-metode ilmiah.




       Dari syarat ini maka manajemen berkembang menjadi Science Management dan Scientific Management. Penjelasan mengenai Science Management dan Scientific Management dapat dilihat disini. Sebagai Ilmu yang dapat berdiri sendiri, Ilmu Manajemen memiliki hubungan dengan Ilmu lainnya, yakni sebagai berikut:


1. Ilmu Manajemen dengan Ilmu Psikologi

       Ilmu Manajemen menganalisa hal-hal yang berkenaan dengan psikologi karyawan disuatu karyawan. Bidang yang dikaji ialah Motivasi Kerja, Stress Pekerjaan, dan Lingkungan Karyawan dalam Perusahaan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan itu sendiri. Selain itu, Keterkaitan ini juga termasuk dalam hal perekrutran kerja.

Dalam menganalisanya diperlukan teori-teori Psikologi yang mendukung dalam menjelaskan gejala-gejala dalam suatu perusahaan. Hubungan antara Ilmu Manajemen dengan Ilmu Psikologi akan banyak dikaji dalam Manajemen SDM atau Personalia.

2. Ilmu Manajemen dengan Ilmu Hukum
       Dalam Perjanian Bisnis diperlukan dasar hukum yang kuat agar perjanjian yang dibuat dapat berjalan dengan lancar. Dalam hal ini terdapat kajian Manajerial terhadap aspkek-aspek hokum dalam kegiatan manajerial perusahaan.


3. Ilmu Manajemen dengan Ilmu Komunikasi
       Komunikasi sangatlah penting dalam kegiatan manajerial yang terjadi disuatu perusahaan. Ilmu Manajemen sangatlah berkaitan dengan Ilmu Komunikasi dalam bidang Kehumasan Perusahaan, Surat menyurat Bisnis, serta Pemasaran Produk.


4. Ilmu Manajemen dengan Ilmu Sistem Informasi
       Sistem Informasi Manajemen dibutuhkan dalam mengelola informasi yang telah diterima dalam rangka pengambilan keputusan oleh manajer. Ilmu Sistem Informasi dalam kegiatan manajerial mendasari konektivitas dan pengelolaan data dan informasi . Konektivitas ini berjalan dari Pembuat, Operator, dan Pengguna Sistem Informasi Manajemen itu sendiri.


5. Ilmu Manajemen dengan Ilmu Statistika
       Statistika berperan dalam menganalisa data manajerial yang berbentuk angka-angka (kuantitatif) dan menyusunnya secara sistematis. Analisis Manajerial ini bisa berupa analisa proababilitas, maupun analisa statistikal murni. Statistika banyak digunakan dalam analisis pembuatan penelitian karya tulis dibidang manajemen.

Begitu pula hubungan ilmu manajemen terhadap kehidupan kita sehari-hari. Banyak kejadian dan momen dimana secara tidak langsung kita telah melakukan kegiatan ilmu manajemen, entah itu mengatur jam kerja,  mengatur jadwal kegiatan, memecahkan masalah, mengantisipasi resiko dll.




Sumber Artikel : ikubarunovryan.blogspot.com

Selasa, 01 April 2014

Manajemen Jasa

Kualitas Jasa
A. Kualitas Jasa

Hasil dari kualitas sebuah barang atau jasa sangat erat kaitannya dengan kepuasan konsumen, Karena kualitas dapat memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang hubungan yang terjalin dapat memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka.

Perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara memaksimumkan pelayanan yang menyenangkan dan menghilangkan pelayanan yang membosankan serta menjengkelkan. Sebab harus disadari kualitas serta harga yang murah sekalipun jika tidak diikuti dengan pelayanan yang baik, akan menyebabkan pelanggan berpaling pada produk atau jasa yang sejenis yang kira-kira dapat memberikan kepuasan sama yang ditawarkan oleh pesaing.

Kualitas jasa menurut Wyckop (Tjiptono, 2000:54) adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.

Sehingga dari definisi di atas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perusahaan tidak dapat mengklaim diri telah memberikan kualitas terbaik lewat produk atau jasa pada pelanggan, sebab yang dapat mengambil kesimpulan baik dan tidaknya kinerja sebuah produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan hanyalah konsumen dan pelanggan. Tidak berlebihan jika sering dikatakan bahwa konsumen adalah raja.

Selain itu kesimpulan yang juga dapat diambil, bahwa perusahaan harus dapat mengendalikan kinerja pelayanannya agar sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Apabila jasa yang diterima atau yang dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka dapat dipastikan cenderung untuk mendekati kepuasan yang diharapkan oleh pelanggan. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah dari yang diharapkan, maka secara otomatis telah memberikan nilai yang buruk dalam persepsi konsumen. Baik dan tidaknya kualitas jasa atau produk yang ditawarkan tergantung pada kemampuan pihak fasilitator (penyedia) dalam memenuhi harapan pelanggan.

B. Pengukuran Kualitas Jasa

Kualitas jasa dipengaruhi dua variabel, menurut Rangkuti (2002: 21) kedua variabel tersebut yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service). Pengukuran kualitas jasa lebih sulit dibandingkan dengan mengukur kualitas produk nyata, sebab atribut yang melekat pada jasa tidak mudah untuk diidentifikasi. Menurut Tjiptono (2000: 97) langkah-langkah yang harus diambil dalam mengukur kualitas jasa adalah:

  1. Spesifikasi determinan kualitas jasa. Langkah ini menyangkut variabel yang digunakan untuk mengukur kualitas jasa
  2. Perangkat standar kualitas jasa yang bisa diukur. Kualitas jasa yang dimaksud adalah menyangkut tentang standar atau instrument kualitas jasa yang bisa digunakan untuk mengukur variabel.
Penelitian mengenai custumer perceived quality pada industri jasa yang dilakukan oleh Leonard L Berry, A Parasuraman dan Valerie A Zeithaml 1985, 1988 (Rangkuti, 2002: 22) mengidentifikasi lima kesenjangan (gap) yang menyebabkan kegagalan penyampaian jasa, yaitu:
  1. Kesenjangan tingkat harapan konsumen dan persepsi manajemen. Pada kenyataannya pihak manajemen suatu perusahaan tidak selalu dapat merasakan atau memahami secara tepat apa yang diinginkan oleh para pelanggannya. Akibatnya manajemen tidak mengetahui bagaimana produk-produk jasa didesain dan jasa-jasa pendukung (sekunder) apa saja yang diinginkan oleh konsumen.
  2. Kesenjangan antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa. Kadang kala manajemen mampu memahami secara tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan, tetapi mereka tidak menyusun standar kinerja yang jelas. Hal ini dapat terjadi karena tiga faktor, yaitu tidak adanya komitmen total manajemen terhadap kualitas jasa, kurangnya sumber daya, atau karena adanya kelebihan permintaan.
  3. Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa. Ada beberapa penyebab terjadinya kesenjangan ini, misalnya karyawan kuarang terlatih, beban kerja yang melampaui batas, ketidak mampuan memenuhi standar kerja, atau bahkan ketidakmauan memenuhi standar kinerja yang ditetapkan.
  4. Kesenjangan antara penyampaian jasa komunikasi eksternal. Seringkali tingkat kepentingan pelanggan dipengaruhi oleh iklan dan pernyataan atau janji yang dibuat oleh perusahaan. Resiko yang dihadapi oleh perusahaan apabila janji tidak dipenuhi akan menyebabkan persepsi negatif terhadap kualitas jasa perusahaan.
  5. Kesenjangan antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan. Kesenjangan ini terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja atau persepsi perusahaan dengan cara yang berbeda, atau bila pelanggan keliru mempersepsikan kualitas jasa tersebut.

Senin, 31 Maret 2014

Manajemen Pemasaran

A. Pengertian Pemasaran

Untuk mempertahankan serta menumbuhkan pelanggan didalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan tentunya tidak terlepas dari pentingnya pemasaran. Menurut Kotler (2009:5) pengertian pemasaran adalah mengindentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi yang baik dan singkat dari pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan”.

Pengertian antara definisi sosial dengan definisi manajerial dari pemasaran yaitu dimana definisi sosial menunjukan peran yang dimainkan pemasaran dalam masyarakat. Sedangkan pada definisi manajerial menganggap bahwa pemasaran sebagai seni menjual produk maupun jasa.

Seorang manajer pemasaran berusaha memengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk mencapai tujuan organisasi. Ada delapan keadaan permintaan yang mungkin terjadi (Kotler, 2009:6) :

1. Permintaan negatif, konsumen tidak menyukai produk dan mungkin bahkan berusaha menghindarinya;

2. Permintaan yang tidak ada, konsumen mungkin tidak sadar akan atau tidak tertarik pada produk;

3. Permintaan laten, konsumen mungkin memiliki suatu kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi produk yang ada;

4. Permintaan yang menurun, konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali;

5. Permintaan tidak teratur, konsumen membeli secara musiman, bulanan, mingguan, harian, atau bahkan dalam hitungan jam;

6. Permintaan penuh, konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar;

7. Permintaan berlimpah, konsumen mau membeli produk lebih banyak daripada produk yang ada;

8. Permintaan tak sehat, Konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekuensi sosial yang tidak diinginkan.

Intinya adalah didalam setiap pemasaran harus perlunya mengidentifikasi penyebab dasar dari suatu keadaan permintaan dan kemudian menentukan suatu rencana tindakan untuk mengSeorang manajer pemasaran berusaha memengaruhi tingkat, waktu, lihkan keadaan permintaan tersebut kepada keadaan permintaan yang diinginkan oleh pelanggan.


B.Realita Pemasaran Baru


Perkembangan saat ini, pasar tidak lagi seperti dulu. Pemasar harus memperhatikan dan merespon sejumlah perkembangan yang siginifikan. Hal ini dapat dilihat dari : (Kotler,2009:15)

1. Kekuatan Kemasyrakatan Utama, hal ini meliputi :

Teknologi informasi jaringan, dimana revolusi digital telah menciptakan era informasi

Globalisasi, kemajuan teknologi dalam transportasi, pengiriman barang dan komunikasi telah mempermudah perusahaan dalam memasarkan produknya ke negara lain dan juga mempermudah konsumen untuk membeli produk dan jasa dari pemasara di negara lain.

Deregulasi, banyak negara telah melakukan deregulasi terhadap industri/jasa untuk menciptakan persaingan dan peluang pertumbuhan yang lebih besar.

Privatisasi, banyak negara telah merubah perusahaan umum menjadi perusahaan swasta demi meningkatkan efisiensinya.

Persaingan yang meningkat, produsen merek menghadapi persaingan yang semakin ketat dari merek domestik dan asing.

Konvergensi industri, batas-batas industri mengabur dengan sangat cepat karena perusahaan-perusahaan menyadari adanya peluang dipersinggungan dua industri atau lebih.

Resistensi konsumen, konsumen mulai menghindari terhadap produk yang mereka anggap berlebihan dalam pemasarannya.

Transformasi retail/eceran, retai-retail kecil menyerah pada retail-retail raksasa.

Disintermediasi, menciptakan dalam pengiriman barang dan jasa dengan menjembatani aliran barang tradisional melalui saluran distribusi dengan mengandalkan layanan online.

2. Kemampuan Baru Konsumen :

Peningkatan yang berarti dalam hal daya beli, pembeli saat ini hanya memerlukan satu klik untuk membandingkan harga dan atribut produk pesaing di Internet.

Ragam barang dan jasa yang lebih banyak, pembeli dapat memesan barang secara online darimana saja dan menghindari tawaran lokal yang terbatas.

Sejumlah besar informasi hampir tentang apa saja, orang dapat membaca secara online seperti surat, ensiklopedia, kamus, informasi terkini secara online.

Kemudahan yang lebih besar dalam memesan dan menerima pesanan, pembeli dapat melakukan pemesanan dari rumah, kantorm atau telepon seluler 24 jam sehari dengan cepat.

Kemampuan untuk membandingkan catatan tentang produk dan jasa, pembeli dapat melakukan diskusi dengan pembeli lain sebelum membeli produk dan jasa.

Suara yang lebih kuat untuk memengaruhi teman sepergaulan dan pendapat umum, konsumen dapat mensuarakan melalui jejaring media sosial seperti facebook atau twitter mengenai pendapat sebuah produk dan jasa, hal ini tentunya akan memengaruhi didalam pengambilan sebuah keputusan bagi konsumen yang lainnya.

Minggu, 30 Maret 2014

Pengantar Manajemen Strategi

Strategi adalah hal sehubungan dengan menetapkan arah bagi perusahaan dalam arti sumber daya yang ada dalam perusahaan serta bagaimana mengidentifikasi kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk membantu memenangkan persaingan di pasar. Strategi akan meliputi tujuan jangka panjang serta sumber keunggulan yang merupakan pengembangan pemahaman yang dalam tentang pemilihan pasar dan pelanggan oleh perusahaan yang juga menunjukkan kepada cara terbaik untuk berkompetisi dengan pesaing di dalam pasar. Secara ringkas strategi adalah sebuah kombinasi akhir yang ingin dicapai perusahaan serta bagaimana untuk mencapai tujuan akhir (Dirgantoro, 2002 : 79).


Perencanaan Strategis
Pimpinan suatu orgnisasi, setiap hari berusaha mencari kesesuaian antara kekuatan-kekuatan internal perusahaan dan kekuatan-kekuatan eksternal (peluang dan ancaman) suatu pasar. Kegiatannya meliputi pengamatan secara hati-hati persaingan, peraturan, tingkat inflasi, siklus bisnis, keinginan dan harapan konsumen, serta faktor-faktor yang dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman.

Oleh karena tersebut sebuah perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut pelung yang ada. Proses analis, perumusan dan evaluasi strategi-strategi itu disebut perencanaan strategis. Tujuan utama perencanaan strategis adalah agar perusahaan dapat melihat secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas, fungsi manajemen, konsumen dan pesaing. Jadi perencanaan strategis penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk/jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada (Rangkuti, 2005:2-3).

Konsep Strategi
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi selama 30 tahun terakhir, untuk jelasnya dapat dilihat pada perkembangannya berikut ini (Rangkuti, 2005:3-4) : Menurut Chalder (1962), strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya. Sementara itu Learned, Christensen, Andrews, dan Guth (1965) menyatakan bahwa strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.

Pada perkembangan selanjutnya Porter (1985) menjelaskan tentang strategi, yaitu alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing, dan 10 tahun kemudian Hamel dan Prahalad (1995) juga menyatakan bahwa strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan di mulai dari “apa yang terjadi”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetisi inti.

Pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut (Rangkuti, 2005:5-6) :

a. Distinctive competence : tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan pesaingnya.

Suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing dipandang sebagai perusahaan yang memiliki “distinctive competence”. Distinctive competence menjelaskan kemampuan spesifik suatu organisasi. Day dan Wensley (1988) mengemukakan ada dua identifikasi distinctive competence dalam suatu organisasi, yaitu :

- Keahlian tenaga kerja
- Kemampuan sumber daya

Dua faktor tersebut menyebabkan perusahaan ini dapat lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Keahlian sumber daya manusia yang tinggi muncul dari kemampuan membentuk fungsi khusus yang lebih efektif dibanding dengan pesaing.

b. Competitive advantage : Kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya.

Keunggulan bersaing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. Ada tiga strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperoleh keunggukan bersaing yang dinyatakan oleh Porter (1992), yaitu :

- Cost leadership
- Diferensiasi
- Fokus

Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya jika dia dapat memberikan harga jual yang lebih murah dari pada harga yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai /kualitas produk yang sama. Perusahaan juga dapat melakukan strategi diferensiasi dengan menciptakan persepsi terhadap nilai tertentu pada konsumennya misalnya, persepsi terhadap keunggulan kinerja produk, pelayanan yang lebih baik. Selain itu strategi fokus juga dapat diterapkan untuk memperoleh keunggulan bersaing sesuai dengan segmentasi dan pasar sasaran yang diharapkan.

Tipe-tipe Strategi
Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi yaitu, strategi manajemen, strategi investasi, strategi bisnis (Rangkuti, 2005:7).

a. Strategi Manajemen

Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakuakn oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro misalnya, strategi penerapan harga, strategi akuisisi, strategi pengembangan pasar, strategi mengenai keuangan, dan sebagainya.

b. Strategi Investasi

Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Misalnya, apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan.

c. Strategi Bisnis

Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini beroriantasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi organisasi.

Sabtu, 29 Maret 2014

Manajemen Sistem Informatika

Pengertian Sistem Informasi

A. Pengertian Sistem

Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar. Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur yang terkait dalam sistem tersebut.

Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti dibawah ini :
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. (Jogiyanto,2005.1).

Istilah sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem danSasaran Sistem (Edhy Sutanta, 2009: 4 )

B. Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta,2009:8 )

C. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis (Jogiyanto,2005:18) adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi. Suatu persamaan yang menonjol ialah suatu sistem informasi menggabungkan berbagai ragam data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Untuk dapat menggabungkan data yang berasal dari berbagai sumber suatu sistem alih rupa (transformation) data sehingga jadi tergabungkan (compatible). Berapa pun ukurannya dan apapun ruang lingkupnya suatu sistem informasi perlu memiliki ketergabungan (compatibility) data yang disimpannya. (Hanif Al Fatta, 2009:9)

Menurut Sutabri (2005:42), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan yaitu memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan organisasi.

Informasi dalam lingkup sistem informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
a. Baru, informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima.
b. Tambahan, informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan pada informasi yang telah ada.
c. Korektif, informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi yang salah sebelumnya.
d. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.



Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen adalah sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik saat itu juga maupun dimasa mendatang, mendukung kegiatan oprasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan. ( Edhy Sutanta, 2003:19 )

Sistem Informasi Manajemen (SIM) juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus, dan output dari simulasi matematika.

Jumat, 28 Maret 2014

Manajemen Umum

Pengantar Manajemen

A. Pengertian Manajemen


Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik, diantaranya : Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan, Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi, Mendapatkan hasil-hasil ini dengan berkerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber dimiliki si organisasi.

B. Pengertian Manajemen menurut para Ahli


Henry Fayol:
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.

G.R. Terry:
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata.

Ricky W. Griffin:
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

William H. Newman:
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

Prof. Eiji Ogawa:
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

Federick Winslow Taylor:
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.

Lyndak F. Urwick:
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).

C. Manajemen berdasarkan Fungsinya
Ditinjau dari segi fungsinya, manajemen memiliki 4 fungsi dasar manajemen yang menggambarkan proses manajemen, semuanya terangkum sebagai berikut:

1. Perencanaan.
Perencanaan melibatkan urusan memilih tugas yang harus di lakukan untuk mempertahankan tujuan organisasi, menjelaskan bagaimana tugas harus dilaksanakan, dan memberi indikasi kapan harus dikerjakan.

Aktivitas perencanaan memfokuskan pada mempertahankan tujuan. Para manajer menegaskan secara jelas apa yang organisasi harus lakukan agar berhasil. Perencanaan fokus terhadap kesuksesan dari organisasi dalam jangka waktu pendek dan juga jangan panjang.

2. Pengorganisasian.
Pengorganisasian yakni memberi tugas sebagai hasil dari tahapan perencanaan, tugas tersebut di berikan kepada beragam individu atau grup didalam organisasi. Mengorganisir adalah untuk menciptakan mekanisme untuk menjalankan rencana.

3. Pengaruh.
Pengaruh merupakan sebuah motivasi, kepemimpinan atau arah. Pengaruh dapat di definisikan sebagai bimbingan dari aktivitas dari anggota organisasi dalam arah yang dapat membantu organisasi lebih terarah untuk mencapai hasil atau target.

4. Pengendalian.
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer, sepertiMengumpulkan informasi untuk mengukur performa, Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya, Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter performa diharapakan

Kamis, 27 Maret 2014

Manajemen SDM

Pengertian SDM
Manajemen sumber daya manusia atau sering disebut resources management telah mengalami berbagai perkembangan sejalan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan dalam manajemen sumber daya manusia ini telah berubah sikap manajemen terhadap tenaga kerja, kalau semula tenaga kerja dipandang sebagai investasi yang mutlak harus ada, supaya usaha bisa dijalankan. Sebelumnya hubungan kerja terjadi antara buruh dan majikan sekarang antara mitra kerja. Semua tenaga kerja dieksploitasi, sekarang dipelihara.

Agar pemahaman tentang manajemen sumber daya manusia menjadi lebih jelas, penulis akan memberikan beberapa definisi dari beberapa ahli sebagai berikut :

Menurut Flippo (1996 : 1) "Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia, agar tercapai sasaran individu, organisasi dan masyarakat".

Menurut Dassler (1995 : 3) "Manajemen personalia adalah proses manajemen dalam perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pengarahan dan pengawasan untuk melaksanakan tugas manajemen dalam aspek manusia atau pegawai".

Hasibuan (1992 : 10) "Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”.

Simamora (1997 : 3) "Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja".

Menurut Nitisemito (1996 : 11) "Manajemen personalia adalah suatu ilmu dan seni untuk melaksanakan antara lain planning, organizing dan controlling sehingga efektivitas dan efisiensi personalia dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dalam pencapaian tujuan"



Motivasi kerja
Motivasi merupakan proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasi secara optimal, pengertian proses pemberian dorongan tersebut adalah serangkaian aktifitas yang harus dilalui atau dilakukan untuk menumbuhkan dorongan kepada pegawai untuk bekerja sejalan dengan tujuan organisasi. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah dalam buku Manajemen SDM (2009:76-78).

Aplikasi teori kebutuhan Maslow dalam organisasi publik perlu didukung oleh sebuah perencanaan yang matang. Bentuk terapan teori Maslow dalam organisasi publik, seperti pada tabel dibawah ini :


Tabel Bentuk terapan Teori Maslow dalam organisasi publik

Tingkatan Kebutuhan
Bentuk Umum
Bentuk Terapan
1. Fisiologis
Makan, Minum, Pakaian, Tempat Tinggal
Minum, snack, makan siang, kantin yang representatif, seragam yang baik, gaji yang adil dan standar, uang beras, ruang kantor yang sehat, ruang istirahat, MCK yang sehat
2. Keamanan
Jaminan keamanan fisik dan non fisik, perlindungan, stabilitas
Kondisi kerja aman, alat/teknologi yang aman, asuransi, jaminan karis/ jabatan
3. Sosial
Perasaan memiliki kelompok, berteman, rasa kekeluargaan, persahabatan
Kelompok hobi, pertemuan arisan, forum silaturahmi, acara-acara informal
4. Harga Diri
Status,kehormatan, penghargaan, pengakuan, reputasi, prestasi
Kekuasaan, jabatan, promosi, hadiah, penghargaan materil dan non materil, tanda jasa
5. Aktualisasi Diri
Penggunaan potensi diri, pengembangan diri
Tugas yang menantang, tingkat depresi yang tinggi dalam pengambilan keputusan, peluang berkreasi dan inovasi, program-program pengembangan pegawai.
Sumber : Buku MSDM Konsep Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik

Marihot AMH Manulang dalam buku Manajemen Personalia (2006:165) berpendapat, istilah motif sama dengan kata-kata motive, motip, dorongan, alasan dan driving force. Motif tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia bertindak. The Liang Gie berpendapat bahwa motive atau dorongan batin adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang melakukan sesuatu atau bekerja. Menurut arti katanya, motivasi atau motivation berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Sedangkan pengertian dari motivasi kerja adalah pendorong semangat kerja.

Pentingnya motivasi menurut Malayu S.P. Hasibuan dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia (2005:141-146) karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Untuk memotivasi pegawai, seorang pimpinan harus mengetahui motif dan motivasi yang diinginkan pegawai. Orang mau bekerja adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan yang disadari maupun kebutuhan yang tidak disadari, berbentuk materi atau non materi, kebutuhan fisik maupun rohani. Edwin B. Flippo menyatakan “motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai”. Sedangkan menurut American Encyclopedia motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia. G.R. Terry mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. Motivasi ini tampak dalam dua segi yang berbeda, tujuannya adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja pegawai.
b. Meningkatkan produktivitas kerja pegawai.
c. Mempertahankan kestabilan pegawai.
d. Mengefektifkan pengadaan pegawai.
e. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
f. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi pegawai.
g. Meningkatkan tingkat kesejahteraan pegawai.
h. Mempertinggi rasa tanggungjawab pegawai terhadap tugas-tugasnya.
i. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.

Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2009:93-101), berikut ini adalah pemahaman mengenai motivasi kerja. Abraham Sperling (1987:183) mengemukakan bahwa “Motive is defined as a tendency to activity, started by a drive and ended by an adjusment. The adjustment issaid to satisfy the motive”. (Motif didefinisikan sebagai suatu kecenderungan untuk beraktifitas, dimulai dari dorongan dalam diri dan diakhiri dengan penyesuaian diri, penyesuaian diri disini dikatakan untuk memuaskan motif), sedangkan menurut William J. Stanton (1981:101) mendefinisikan bahwa “A Motive is a stimulated need Which a goal-oriented individual seeks to satisfy” (Suatu motif adalah kebutuhan yang distimulasi yang berorientasi kepada tujuan individu dalam mencapai rasa puas). Dan menurut Fillmore H. Stanford (1969:173) mendefinsikan bahwa “Motivation as an energizing condition of the organism that serves to direct that organism toward the goal of a certain class” (Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia kearah suatu tujuan tertentu). Sehingga dari para pakar diatas tersebut didapat suatu kesimpulan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, sedangkan motivasi adalah kondisi yang menggerakkan pegawai agar mampu mencapai tujuan dan motifnya. Motivasi dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri.

Motivasi bukanlah kegiatan yang sekaligus tetapi kegiatan yang siklus, dan yang terpenting adalah menghindari faktor-faktor yang dapat membuat terjadinya pegawai menjadi demotivasi. Menurut Mario Teguh yang dikutip dalam buku Seni membangkitkan inovasi dan kreatifitas perusahaan oleh Suryadi (2005:29) hal-hal yang menyebabkan terjadinya demotivasi di perusahaan atau lembaga :
a. Kurangnya pujian atau penghargaan kepada pegawai.
b. Kritik yang tidak obyektif, dimarahi dimuka umum, penghinaan.
c. Atasan yang malas, tidak pandai, tetapi berpangkat tinggi.
d. Reward yang diberikan tidak sesuai dengan harapan pegawai.
e. Target yang terlalu mudah dicapai.
f. Atasan yang mengharuskan hasil, tanpa menyediakan sarana.
g. Tidak adanya kejelasan mengenai hasil yang harus dicapai.
h. Tanggung jawab tanpa wewenang.
i. Perubahan yang terlalu sering.
j. Atasan yang royal untuk dirinya, tetapi kikir terhadap bawahan.
k. Yang mudah naik pangkat hanya anggota keluarga, suku, ras atau agama tertentu.
l. Persaingan yang terlalu berat.
m. Suasana tempat kerja yang tidak nyaman, tidak aman dan penuh dengan kemunafikan.
n. Visi dan misi perusahaan/lembaga hanya untuk kesejahteraan orang-orang tertentu.
o. Tidak dilibatkan dalam penetapan keputusan yang mengenai tugas dan dirinya.
Sebagai pimpinan tentunya hal-hal penyebab demotivasi diatas harus dihindari dan pimpinan selalu memberikan motivasi kepada bawahannya.

Jumat, 21 Maret 2014

Struktur dan Desain Organisasi

Pengorganisasian adalah proses penciptaan struktur organisasi

Pengertian organisasi
Suatu lembaga atau kelompok fungsional : organisasi perusahaaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perkumpulan orang
Berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.

Aspek utama proses penyusunan struktur organisasi :
  • Departementalisasi
  • Pembagian kerja

Istilah pengorganisasian dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut :
Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdaya-sumberdaya organisasi
Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok

Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas dan para bawahan
Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerakan tugas tersebut.

Aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian :
  • Spesialisasi / pembagian kerja
  • Departementalisasi
  • Rantai komando/rantai perintah dan kesatuan perintah
  • Rentang kendali
  • Sentralisasi
  • Desentralisasi
  • Formalisasi

Pengertian Struktur Organisasi
     Struktur organisasi adalah kerangka kerja formal yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan
Struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi , maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas weqwenang dan tanggung jawab yang berbeda- beda dalam organisasi

Faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi :
  • Strategi organisasi
  • Teknologi
  • Karyawan dan orang-orang yang terlibat
  • Ukuran organisasi
Unsur-unsur struktur :
  • Spesialisasi kegiatan
  • Standardisasi kegiatan
  • Koordinasi kegiatan
  • Sentralisasi dan desentralisasi
  • Ukuran satuan kerja
Spesialisasi / pembagian kerja adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi menjadi sejumlah pekerjaan tersendiri .
Departementalisasi adalah dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok atau satu group.

Bentuk umum departementalisasi :
  • Departementalisasi fungsional
  • Departementalisasi Geografis
  • Departementalisasi Produk/jasa
  • Departementalisasi Proses / peralatan
  • Departementalisasi Pelanggan
  • Departementalisasi matrix

Kebaikan pendekatan fungsional :
  • Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama,
  • menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
  • Memusatkan keahlian organisasi
  • Memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebvih ketat terhadap fungsi-fungsi
  • Pendekatan ini cocok untuk lingkungan yang stabil

Kelemahan :
  • Menciptakan konflik antar fungsi-fungsi
  • Menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berturutan
  • Memberikan tanggapan yang lambat terhadap perubahan
  • Hanya memusatkan pada kepentingan tugas-tugasnya
  • Menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif

Kelebihan struktur divisonal :
  • Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat
  • Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas
  • Merumuskan tanggung jawab secara jelas dan memusatkan perhatian pada pertanggungjawaban atas prestasi kera, yang biasanya diukur dengan laba atau rugi divisi
  • Membebaskan para eksekutif untuk pembuatan keputusan strategik lebihn luas dan memungkinkan konsentrasi penuh pada tugas-tugas
  • Cocok untuk lingkungan yang cepat berubah
  • Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap unit
  • Tempat latihan yang baik bagi para manaajer strategik

Kelemahan divisional:
  • Duplikasi aktivitas dan biaya

Kebaikan matrik :
  • Kemampuannya untuk mempermudah koordinasi bila organisasi mempunyai asuatu keragaman dari aktivitas yang rumit dan saling tergantung.
  • Kontak langsung dan sering antara bidang keahlian yang berbeda dalam matriks dapat menghasilkan komunikasi yang lebih baik dan luwes
  • Mengurangi biropatologi
  • Mempermudah alokasi yang efisien dari para spesialisasi

Kelemahan matrik :
Kebingungan yang diciptakan, kecenderungan untuk menciptakan perebutan kekuasaan, dan stres yang diderita para individu

Rantai Komando adalah garis wewenang yang tidak terputus yang membentang dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan siapa melapor kepada ssiapa
  • Wewenang adalah hak-hak yang melekat pada posisi manajerial tertentu yang memberi tahu orang apa yang harus dilaksanakan dan mengharapkan orang itu melakukannya
  • Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melaksanakan tugas apa saja yang dibebankan
  • Kesatuan komando adalah prinsip manajemen yang menyatakan bahwa tiap-tiap orang harus melapor ke satu manajer saja
  • Rentang kendali adalah jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorang manajer secara efisien dan efektif
  • Sentralisasi adalah sejauh mana pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik dalam organisasi
  • Desentralisasi adalah sejauh mana karyawan tingkatan bawah memberikan masukan atau benar-benar mengambil keputusan
  • Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan dalam organisasi itu terstandarisasi dan sejauh mana perilaku karyawan dibimbing oleh peraturan dan prosedur
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya sentralisasi dan desentralisasi 

KEPUTUSAN DESAIN ORGANISASI

MODEL DESAIN ORGANISASI :

  • Organisasi mekanistik : desain organisasi yang dikendalikan secara kaku dan ketat
  • Organisasi organik : desain organisasi yang sangat fleksibel dan mudah diubah

FAKTOR KONTINGENSI DALAM STRUKTUR ORGANISASI:
  • Strategi Organisasi 
  • Ukuran
  • Teknologi
  • Tingkat ketidakpastian lingkungan
Strategi inovasi : strategi yang menekankan pengenalan pada produk dan jasa utama baru
Strategi minimisasi biaya : strategi yang menekankan kontrol pengaturan biaya, menghindari biaya inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemangkasan harga.
Strategi imitasi : strategi yang berusaha untuk bergerak dalam produk baru hanya setelah kelangsungannya telah terbukti.


STRATEGI – STRUKTUR HUBUNGAN

HUBUNGAN TEKNOLOGI DENGAN STRUKTUR

Yang membedakan teknologi adalah tingkat kerutinan :
  • Kerutinan berkaitan dengan petunjuk aturan, uraian jabatan dan dokumentasi formal lain
  • Taknologi rutin dikaitkan dengan struktur tersentral
  • Teknologi tidak rutin lebih mengandalkan pengetahuan para spesialis, akan dicirikan dengan keeputusan yang didelegasikan


DESAIN ORGANISASI UMUM :
1. Desain Organisasi Tradisional
2. Desain organisasi kontemporer

Desain Organisasi Tradisional :
Struktur sederhana : desain organisasi dengan departemtalisasi rendah, rentang kedali luas
Struktur fungsional : struktur organisasi yang mengelompokkan spesialisasi pekerjaan yang serupa atau terkait ke dalam satu kelompok
Struktur divisional : struktur organisasi yang terdiri dari unit atau divisi yang terpisah atau semi otonom


KEKUATAN DAN KELEMAHAN ORGANISASI TRADISIONAL

Struktur sederhana :

Kekuatan : cepat, fleksibel, murah biaya pemeliharaannya, pertanggungjawaban jelas
Kelemahan : tidak memadahi ketika organisasi berkembang, ketergantungan pada satu orang adalah berisiko

Struktur fungsional :
Kekuatan : keunggulan penghematan biaya dari spesialisasi dan karyawan dikelompokkan dengan yang lain yang mempunyai tugas yang serupa
Kelemahan : mengejar tujuan fungsional dapat menyebabkan para manajer kehilangan pandangan tentang apa yang terbaik bagi keseluruhan organisasi, spesialis fungsional menjadi terkunci dan sedikit memahami tentang apa yang dilakukan unit lainnya

Struktur divisional :
Kekuatan : berfokus pada hasil-para manajer divisi bertanggungjawab terhadap apa yang terjadi pada produk dan jasa mereka
Kelemahan : kegiatan dan sumber daya yang rangkap meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi.


Desain Organisasi Temporer
Struktur berbasis tim : struktur organisasi di mana keseluruhan organisasi tersusun oleh sejumlah kelompok kerja atau tim
Struktur matrik : struktur organisasi yang menugaskan para spesialis dari departemen fungsional yang berbeda-beda untuk bekerja pada satu atau lebih proyek


Struktur proyek : struktur organisasi dimana para karyawan senantiasa bekerja di sejumlah proyek
Unit internal mandiri : unit bisnis terdesentralisasi , masing-masing dengan produk, klien, pesaing, dan sasaran laba sendiri-sendiri
Organisasi tanpa batas : organisasi yang desainnya tidak didefinisikan oleh atau terbatas pada batas-batas horisontal, vertikal atau eksternal yang dipaksakan oleh struktur yang telah dditentukan sebelumnya
Organisasi pembelajar : organisasi yang telah mengembangkan kemampuan untuk terus menerus beradaptasi dan beruah karena para anggota betrperan aktif dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang terkait dengan pekerjaan

Mengenal Organisasi

Apakah Organisasi?

ORGANISASI:
Pengaturan orang-orang secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan tertentu Kelompok orang (dua atau lebih) yang bekerja sama dengan terkoordinasi, dengan cara terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu

Manfaat Organisasi :

  1. Melayani masyarakat
  2. Mencapai tujuan tertentu
  3. Memberi karir
  4. Memelihara ilmu pengetahuanKaitan antara Organisasi dengan Manajer
  5. Manajemen menurut Mary Parker Follet didefinisikan sebagai seni mencapai sesuatu melalui orang lain.
  6. Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen.
  7. Dengan demikian kegiatan manajer melibatkan orang lain. Untuk mencapai tujuan lebih efektif, organisasi, yang meliputi kerjasama antar anggotanya, dapat dipakai oleh manajer. Jika seseorang bekerja sendiri, ia bukan manajer, dan tidak memerlukan organisasi.

Manajemen
Proses merencanakan (planning), mengorganisir (organizing), pengarahan (leading), pengendalian (controlling) kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi.
Kegiatan POLC disebut proses manajemen

PERENCANAAN
Menetapkan sasaran, merumuskan tujuan, menetapkan strategi, membuat strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan

PENGORGANISASIAN

Menentukan apa yang perlu dilaksanakan, cara pelaksanaannya dan siapa yang melaksanakannya

PENGARAHAN/MEMIMPIN
Mengarahkan dan memotivasi semua pihak yang terlibat dan memecahkan pertentangan

MENGAWASI
Memantau kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan diselesaikan seperti yang direncanakan dan mengoreksi penyimpangan-penyimpangan